PKB IKA BALI - XXI

“Improving Competence and Role of Pediatricians in The Era of Universal Health Coverage (Jaminan Kesehatan Nasional) to Achieve Target of Sustainable Development Goals (SDGs) and Children’s Welfare of Indonesia”

Latar Belakang

Pembangunan berkelanjutan dimulai dari anak. Proses tumbuh kembang anak merupakan periode penting yang menentukan perkembangan fisik dan sosioemosional yang juga akan memengaruhi perkembangan intelektual anak dalam keseluruhan masa hidupnya kelak. Anak dapat tumbuh bebas dari kemiskinan dengan sehat dan terdidik, merasa bahagia dan aman adalah dasar untuk menciptakan manusia dewasa yang dapat berkontribusi kepada ekonomi dan masyarakat dengan kohesivitas sosial yang tinggi. Kesejahteraan anak hari ini merupakan penanda kemajuan penting dalam proses pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan pada keadilan dan kesejahteraan dengan cara mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim melalui aksi nyata.

SDGs terdiri dari 17 tujuan yang berfungsi untuk mengukur dimensi sosial, ekonomi dan lingkungan dari pembangunan berkelanjutan. Salah satu tujuan SGDs adalah mencari solusi berkelanjutan untuk menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Lebih dari 37 persen anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting pada tahun 2013. Selain itu, beban ganda malnutrisi masih menjadi masalah yang semakin serius. Pada tahun 2013, sekitar 12 persen anak di bawah usia 5 tahun terkena wasting (berat badan rendah dibandingkan tinggi badan), dan kurang lebih jumlah yang sama juga mengalami kelebihan berat badan (overweight).

Pelayanan kesehatan tingkat kedua di faskes sekunder hanya dapat diberikan atas rujukan dari faskes primer, dan pelayanan kesehatan tingkat ketiga di faskes tersier hanya dapat diberikan atas rujukan dari faskes sekunder dan faskes primer. Selain itu, pelayanan kesehatan di faskes primer yang dapat dirujuk langsung ke faskes tersier hanya untuk kasus yang sudah ditegakkan diagnosis dan rencana terapinya, merupakan pelayanan berulang dan hanya tersedia di faskes tersier.

Indonesia mulai melaksanakan skema jaminan kesehatan universal bernama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan tujuan menjamin layanan kesehatan yang berkualitas dan tidak membebani penduduk. JKN menjamin seluruh layanan kesehatan, termasuk kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak (KIBBLA) yang masih menjadi prioritas pembangunan pada sektor kesehatan. Data terkahir Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa capaian indikator angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) belum mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). JKN merupakan momentum untuk meningkatkan status KIBBLA agar Indonesia dapat mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Sorotan tertinggi pada sektor kesehatan adalah sebaran balita kurang gizi di Indonesia, proporsi balita pendek, status gizi anak, tingkat kematian ibu, pola konsumsi pangan pokok dan sebagainya.

Berdasarkan hal-hal tersebut, Departemen/KSM Ilmu Kesehatan Anak (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar melaksanakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) XXI dengan mengangkat tema “Improving Competence and Role of Pediatricians in The Era of Universal Health Coverage (Jaminan Kesehatan Nasional) to Achieve Target of Sustainable Development Goals (SDGs) and Children’s Welfare of Indonesia”.

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XXI IKA ini akan melibatkan Divisi Alergi Imunologi, Gastrohepatologi, Endokrinologi, Nefrologi, Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Respirologi, dan Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, dengan melibatkan beberapa narasumber nasional. Melalui peningkatan kompetensi ini diharapkan terwujudlah anak-anak Indonesia yang sehat, yang akan tumbuh dan berkembangan menjadi sumber daya manusia yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.

DAFTAR SEKARANG

DAFTAR